Untuk Sebuah Perenungan…

Kalau ada yang bertanya “Apa yang sedang kau pikirkan?” (Mungkin sama seperti pertanyaan di pengisian STATUS salah satu situs pertemanan).

Maka jawabannya “Bingung…

Satu kata itu sudah begitu menggambarkan apa yang aku pikirkan dan rasakan…

Aku bingung dengan semua yang terjadi…

Aku bingung bagaimana mengurai benang yang kusut dalam kepalaku ini…

Aku bingung apakah aku ingin menangis ataukah ingin merutuki yang terjadi…

Robb…

Apa yang sedang terjadi saat ini??

Ini ujian ataukah justru murkaMu yaa Allah…

Terlalu banyak kerusakan terjadi di dunia

Kekerasan dimana-mana…

Saling mendzalimi dianggap biasa.

Bahkan saling hujat antara saudara seaqidah pun dihalalkan saja

Seolah-olah mereka lupa dengan hadits Rasulullah ini,

Dari Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian saling hasad, saling menipu dalam jual beli, saling membenci, saling berpaling. Janganlah kalian menjual jualan orang lain dan jadilah kalian bersaudara. Setiap muslim adalah bersaudara. Jangan mendzalimi, jangan membiarkan, jangan menghina, jangan meremehkan. Ketaqwaan adalah di sini (menunjuk ke dadanya tiga kali). Cukuplah salah seorang berdosa jika meremehkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim adalah haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.” (HR. Muslim)

Aku ingat satu kalimat indah yang aku baca dari salah satu situs Kalau kita dapat membuka dan menutup telinga dengan mudah, sebagaimana membuka dan menutup mata, pasti kita akan terhindar dari mendengarkan banyak kebathilan.

 

Terlalu banyak kebohongan di sana-sini

Agenda-agenda yang telah terkoordinasi dengan rapi

Bahkan hasil dari sebuah konspirasi

Untuk menghancurkan yang hakiki

Apa yang kita lakukan??

Hanya duduk berdiam diri sajakah?!

Ataukah menghakimi apa yang sedang terjadi seolah-olah kita merasa bahwa kita yang paling benar??!

Di mana hati nurani kita?

Ke mana jalan pemikiran kita?

Sudah begitu banyak peringatan yang diberikan Allah

Tanda sayangNYA kepada kita…

Tapi kita masih mengabaikannya

Mengapa kita tidak berusaha menjadi manusia-manusia yang mempunyai kepribadian membangun;

menjadi orang-orang yang berjiwa besar, tanpa harus selalu menyalahkan orang lain;

orang-orang yang mau menempatkan dirinya sebagai contoh, bukan orang-orang yang selalu menghakimi;

orang-orang yang selalu bersedia menawarkan bantuan kepada orang lain, bukan yang lari saat saudaranya butuh bantuan.

Ataukah pemikiran itu terlalu naif dan hanya jadi impian??

 

 

Palembang, 6 Nopember 2009

 

 

 

 

 

D-@N P.A.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: